Insting

Insting dikenal dengan kecerdasan indra ketujuh yang merujuk pada nalurinya. Kecerdasan Insting menunjukkan dominasi di otak reptilian atau di serebelum yang berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan koordinasi gerakan tubuh. Oleh sebab itu, tipe kecerdasan ini mudah merespons atau spontan dan serba-bisa.

Dilihat dari teorinya Paul Maclean menyebutkan, ada bagian otak lain, yang disebut otak reptilia (reptilian brain). Paul MacLean membagi otak menjadi tiga bagian, yaitu otak insani, otak mamalia, dan otak reptilia. Otak reptilia merupakan bagian penyangga otak yang terhubung langsung dengan sumsum tulang belakang. Otak reptilian merupakan gabungan dari serebelum, medula, otak tengah (midbrain), pons, dan batang otak (brain stem).

• Serebelum = Fungsi utamanya adalah menjaga keseimbangan dan koordinasi gerakan tubuh; memulai gerakan awal tubuh, seperti berjalan dan menari, tetapi tidak mampu menangani gerakan kompleks dengan baik; dan terlibat dalam pembelajaran kemahiran gerakan.
• Medula = Membantu mengendalikan fungsi tubuh, seperti pernapasan,pencernaan, dan detak jantung.
• Otak Tengah = Membantu sebagaian besar fungsi sensorik-motorik.
• Pons = Mengantarkan dan menerima perintah tentang gerakan.
• Batang otak = Menghubungkan sistem saraf dengan tubuh, sehingga keduanya dapat berkomunikasi secara cepat.

Dengan menelaah fisiologis otak reptilia tersebut, sangat signifikan bila otak reptilia digolongkan sebagai jenis kecerdasan tersendiri, yaitu kecerdasan kelima yang kami sebut sebagai kecerdasan Insting (In). Maka, konsep personality yang dahulu dikenal dengan akronim STIF menjadi STIFIn. STIFIn tidak akan ditambah dengan tipe kecerdasan lain. Pun STIFIn tidak akan dikurangi tipe kecerdasannya.