Cara Memilih Pasangan Suami Istri yang Ideal menurut Konsep STIFIn

Teori Sirkulasi STIFIn, salah satunya bisa diaplikasikan dalam pemilihan pasangan suami istri yang ideal (nama materinya yaitu Konsep STIFIn Couple). Sehingga, jika kita hendak menikah maka kita bisa mengetahui apakah calon suami atau calon istri kita cocok dengan diri kita atau tidak. Bagaimana jika sudah terlanjur menikah? Nanti akan saya buatkan pembahasan tersendiri.

Dalam Konsep STIFIn Couple (Pasangan), ada banyak skor yang menunjukkan hubungan pasangan suami istri. Namun dalam pembahasan kali ini, kita hanya akan mengulas 2 (dua) dari banyak skor dalam Konsep STIFIn Couple yakni Skor Pasangan (Score of Spouse) dan Skor Cinta (Score of Love) dalam kaitannya untuk memilih calon suami atau calon istri yang ideal.

Untuk memahami Skor Pasangan dan Skor Cinta, kita perlu mengetahui dahulu tentang Teori Sirkulasi STIFIn. Teori Sirkulasi STIFIn adalah hubungan antarmesin kecerdasan (MK) dan Personaliti Genetik (PG). Ada 2 (dua) hubungan dalam Teori Sirkulasi STIFIn, yakni Mendukung (dan Didukung) ditunjukkan oleh panah lurus dan Menaklukkan (dan Ditaklukkan) ditunjukkan oleh panah putus-putus.

Seperti yang kita ketahui bahwa STIFIn mengelompokkan orang menjadi 5 (lima) Mesin Kecerdasan (MK) dan 5 MK ini dibagi lagi menjadi 9 (Sembilan) Personaliti Genetik (PG). Teori Sirkulasi STIFIn ditunjukkan oleh diagram di bawah ini:

Dari diagram di atas:
S menunjukkan MK Sensing (terdiri atas PG Sensing introvert dan PG Sensing extrovert);
T menunjukkan MK Thinking (terdiri atas PG Thinking introvert dan PG Thinking extrovert);
I menunjukkan MK Intuiting (terdiri atas PG Intuiting introvert dan PG Intuiting extrovert);F menunjukkan MK Feeling (terdiri atas PG Feeling introvert dan PG Feeling extrovert);In menunjukkan MK sekaligus PG Insting (Instinct).
Skor Pasangan (Score of Spouse) menunjukkan tingkat KECOCOKAN pasangan suami istri. Semakin tinggi skornya, maka pasangan tersebut semakin cocok. Skor Pasangan ini dihitung mengacu pada Teori Sirkulasi STIFIn. Sehingga, kedua belah pihak yakni suami (pria) atau istri (wanita) harus terlebih dahulu mengetahui Mesin Kecerdasan (MK) atau Personaliti Genetik (PG) masing-masing (dengan kata lain, keduanya harus pernah Tes Sidik Jari STIFIn). 
Skor Pasangan ini terdiri atas 5 (lima) tingkatan, yaitu:

  1. Skor 4 (Sangat Cocok) yakni jika MK/PG Suami DIDUKUNG MK/PG Istri;
  2. Skor 3 (Cocok) yakni jika MK/PG Suami MENAKLUKKAN MK/PG Istri;
  3. Skor 2 (Cukup Cocok) yakni jika MK/PG Suami MENDUKUNG MK/PG Istri;
  4. Skor 1 (Tidak Cocok dan dihindari) yakni jika MK/PG Suami DITAKLUKKAN MK/PG Istri;
  5. Skor 0 (Sangat Tidak Cocok dan dihindari) yakni jika MK/PG Suami SAMA DENGAN MK/PG Istri.

Selain Skor Pasangan, ada skor lain dalam Konsep STIFIn Couple yakni Skor Cinta (Score of Love). Skor Cinta menunjukkan tingkat jatuh CINTA antarpasangan. Skor Cinta ini juga dihitung mengacu pada Teori Sirkulasi STIFIn. Meskipun demikian, dalam memilih pasangan pendamping hidup, Konsep STIFIn Couple menganjurkan kita untuk merujuk pada Skor Pasangan saja dan mengabaikan Skor Cinta ini. Skor Cinta ini boleh dikatakan hanya berfungsi untuk memperdalam analisis hubungan antarpasangan dan tidak dimaksudkan sebagai rujukan dalam memilih pasangan.

Skor Cinta ini terdiri atas 5 (lima) tingkatan, yaitu:

  1. Jika MK/PG A DITAKLUKKAN MK/PG B maka berarti A Jatuh Cinta Tergila-gila ke B (Skor 4);
  2. Jika MK/PG A DIDUKUNG MK/PG B maka berarti A Jatuh Cinta ke B (Skor 3);
  3. Jika MK/PG A MENDUKUNG MK/PG B maka berarti A Cukup Jatuh Cinta ke B (Skor 2);
  4. Jika MK/PG A MENAKLUKKAN MK/PG B maka berarti A Kurang Jatuh Cinta ke B (Skor 1);
  5. Jika MK/PG A SAMA DENGAN MK/PG B maka berarti A Tidak Jatuh Cinta ke B (Skor 0).

Contoh penerapan Skor Pasangan dan Skor Cinta dalam berbagai kasus pasangan:

  1. Seorang pria A yang belum menikah diketahui memiliki MK Feeling sehingga menurut Skor Pasangan seharusnya dia mencari calon istri yang memiliki MK Intuiting sehingga Skor Pasangan adalah 4 (Sangat Cocok) karena pria A didukung istrinya. Namun, sebisa mungkin pria A menghindari untuk mencari calon istri Instinct (Skor 1), apalagi sesama Feeling (Skor 0) karena menurut Skor Pasangan kedua MK ini dihindari bagi suami Feeling. Jika suami mendapatkan istri yang mendukung dirinya maka suami akan lebih cepat sukses sehingga satu keluarga akan bahagia. Memang, suami yang diuntungkan namun dengan begitu sang istri akan merasa dicintai suaminya karena suaminya membutuhkan dukungan sang istri.
  2. Seorang lelaki B, setelah melakukan Tes Sidik Jari STIFIn diketahui memiliki PG Thinking extrovert (Te). Saat ini, ada dua perempuan yang dikehendakinya namun dia hanya bisa melamar satu perempuan saja untuk dinikahinya. Kedua perempuan tersebut ternyata sudah pernah Tes STIFIn dan hasilnya perempuan C memiliki PG Sensing introvert (Si) dan perempuan D memiliki PG Sensing extrovert (Se). Perempuan manakah yang sebaiknya dilamar? Jawabannya: berdasarkan Teori Sirkulasi STIFIn memang kedua perempuan tersebut yang ber-MK Sensing memang cocok dengan lelaki ber-MK Thinking. Namun, karena sang lelaki ber-PG Thinking extrovert (Te) maka yang lebih ideal adalah perempuan Sensing introvert (Si). Mengapa harus demikian? Karena dengan begitu pasangan tersebut akan saling melengkapi, tidak sama-sama extrovert sehingga hubungan istri mendukung suaminya akan lebih kuat daripada Te dengan Se. Jadi jika suami introvert maka lebih baik istri extrovert dan sebaliknya. Sudah paham kan?
  3. Seorang pria E sudah menikah dengan wanita F. Sebelum menikah, pasangan tersebut memang sudah saling berkenalan. Namun setelah menikah, si pria E tidak merasakan kebahagiaan seperti halnya saat pria E masih dalam tahap perkenalan dengan wanita F. Setelah menikah pria E justru merasa tertekan dengan istrinya. Suatu waktu, pria E berinisiatif mengajak istrinya untuk Tes STIFIn dan hasilnya pria E memiliki PG Intuiting extrovert (Ie) dan wanita F memiliki PG Thinking introvert (Ti). Tidak heran bila suami E merasa takut dengan istrinya karena suami E (Ie) ditaklukkan oleh istrinya (Ti). Analisisnya, Pasangan ini memiliki Skor Pasangan 1 (dihindari) dan Skor Cinta suami ke istri adalah 4. Artinya, suami E (Ie) jatuh cinta tergila-gila dengan istrinya (Ti) karena suami (Ie) ditaklukkan istri (Ti). Meskipun suami jatuh cinta ke istrinya namun tetap saja berdasarkan Skor Pasangan pasangan ini tidak ideal karena skornya 1 (dihindari) sehingga sang suami akan takut, segan, dan tertekan dengan istrinya. Jadi kalian harus memilih pasangan berdasarkan Skor Pasangan yaa, bukan Skor Cinta. Mudah kan?
  4. Wanita G ingin menikah dengan pujaan hatinya pria H yang sudah lama dikenalnya. Ayah wanita itu pun melamarkan putrinya ke pria H namun pria H meminta waktu berpikir seakan enggan menikahi wanita G. Kini pria H malah menjauh dari wanita G dan justru pria H menikahi wanita I. Ternyata cinta wanita G terhadap pria H bertepuk sebelah tangan. Dalam suatu Workshop STIFIn wanita G tidak sengaja bertemu pria H dan istrinya I. Setelah mereka dites STIFIn, hasilnya wanita H ber-PG Sensing extrovert (Se), pria H Feeling introvert (Fi), wanita I Intuiting introvert (Ii). Berdasarkan Skor Pasangan dan Skor Cinta, tidak heran bila wanita G (Se) jatuh cinta dengan pria H (Fi) namun pria H (Fi) lebih memilih menikahi wanita I (Ii).

Jika Anda hendak menikah atau sudah menikah dan ingin mewujudkan pasangan suami istri yang harmonis maka STIFIn adalah solusinya.

Sumber: stifiner.blogspot.com